Kota Pematangsiantar

Kota Pematangsiantar adalah salah satu kota di Provinsi Sumatera Utara, dan kota terbesar kedua di provinsi tersebut setelah Medan. Karena letak Pematangsiantar yang strategis, ia dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Sumatera.

Sejarah Kota Pematangsiantar

Sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Pematangsiantar merupakan daerah kerajaan Siantar. Pematangsiantar yang berkedudukan di pulau Holing dan raja terakhir dari dinasti keturunan marga Damanik yaitu Tuan Sangnawaluh Damanik,

Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Siantar

Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Siantar akan segera membuka website yang berisi informasi bursa lowongan tenaga kerja. Sebagai bentuk persiapan, Wali Kota Siantar, Hulman Sitorus melalui Kadis Disnaker,

Penertiban Para Pedagang Dan Gepeng

Program penertiban para pedagang dan Gepeng di Kota Pematangsiantar ini menjadi tugas rutin oleh Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan adapun Program kerja yang diutamakan adalah penertiban untuk penataan kota.

Walikota Siantar Sangat Menghargai Pers

Saya sebagai Walikota sangat menghargai Peranan Pers dan LSM, sebagai Pilar demokrasi PERS dan LSM harus mampu menunjukan Independensi dan kenetralan agar proses demokrasi dapat berjalan dengan sebaik mungkin,

Jumat, 01 April 2016

Bambang Kencono Wahono Di Tetapkan Sebagai Ketua Umum KONI Simalungun Periode 2016-2020

Simalungun|BeritaPekerja.com - Dalam Musyawarah Olahraga Kab. Simalungun yang di langsungkan pada hari Kamis (31/03/2016) di lantai IV Hotel Sing A Song, Jalan Sangnawaluh, Kecamatan Siantar, Menetapkan Bambang Kencono Wahono sebagai Ketua Komite Nasional Indonesia (KONI) Simalungun Periode 2016-2020.
Musyawarah yang berlangsung sempat diwarnai ketegangan oleh masing-masing pendukung, dikarenakan hanya ada dua orang yang mengajukan diri sebagai calon ketua yaitu Bambang Kecono Wahono dan Drs. Ulamatuah Saragih, MH, dimana keduanya telah melalui proses verifikasi dan juga sudah melakukan tes urin oleh Badan Narkotika Nasional Pematangsiantar untuk memastikan bahwa calon tidak terindikasi narkoba.
Parsaoran Manulang (Wakil Ketua Kepengurusan KONI Demisioner)
Parsaoran Manulang
Saat di tanya kenapa harus dilakukan tes urin, Parsaoran Manulang selaku Wakil Ketua Kepengurusan KONI Demisioner dan juga sebagai Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, "Ini kita lakukan memang sengaja tidak di masukan kedalam tatib (tata tertib) agar tidak membatasi orang untuk mendaftarkan dirinya sebagai ketua umum, tapi saya berinisiatif membuat tes ini agar tujuannya jangan KONI ini sampai jatuh ketangan seorang narkobais", jelas Parsaoran.
Proses pemilihan ketua dilakukan berdasarkan 20 hak suara, yang terdiri dari 18 suara pengcab olahraga yang masih aktif, dan 2 suara lagi dari demisioner KONI Simalungun dan Pengurus KONI Sumut.
Dari hasil perolehan suara, Bambang memperoleh 12 suara, sedangkan pesaingnya (Ulamatuah) hanya memperoleh 8 suara. Sehingga dapat dipastikan bahwa Bambang yang dinyatakan berhak menjadi Ketua KONI Simalungun yang baru.
Bambang Wahono selaku ketua terpilih mengatakan, bahwa dia akan berupaya memajukan olahraga bersama dengan kawan-kawan yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepadanya. "Saya hanya sebagai mediasi pengantar bagi kawan-kawan untuk memajukan olahraga di Kabupaten Simalungun",  ungkapnya.
 Bambang Kencono Wahono Saat Menerima Simbolis Sebagai Ketua KONI Simalungun
Bambang Kencono Wahono Saat Menerima Simbolis Sebagai Ketua KONI Simalungun
Saat wartawan beritapekerja.com menanyakan apa harapan dan rencana kerja yang akan di lakukan segera, "Saya berharap jauh lebih baik, dan kita tahu di Simalungun ini memiliki potensi besar untuk atlet-atlet berprestasi kedepannya, dan secepatnya kita akan menyusun kepengurusan dan membuat kantor biar kawan-kawan jangan bingung dimana nanti akan berkantor", jelas Bambang.

Berikut video penjelasan Bambang Kencono Wahono setelah terpilih menjadi Ketua Umum KONI Simalungun Periode 2016-2020

 
Sumber : BeritaPekerja.com

Wanita Asal Laguboti Mengalami Keguguran Di Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) Siantar, Ini Jawaban RSVI dan BPJS Kesehatan

SiantarOnline24Jam – Kejadian yang menimpa wanita bernama Marida Siagian (32) istri dari Nasib Mungkur (26), warga Kelurahan Pasar Laguboti, Kabupaten Toba Samosir yang tengah hamil mengalami keguguran di Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) Kota Pematangsiantar pada Selasa (29/03/2016) dimana Marida terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, namun tidak mendapatkan jaminan pelayanan sebagai peserta.

Choky Pardede selaku Humas RSVI Siantar, Rabu (30/03/2016) saat dihubungi melalui telpon seluler oleh tim beritapekerja.com membenarkan bahwa pasien bernama Marida Siagian adalah pasien yang sampai saat ini masih di rawat di salah satu kamar di ruang Ruby RSVI. Dia menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa Marida karena BPJS tidak menanggung biaya perawatan pada saat proses persalinan adalah sudah sesuai prosedur. Karena pihak dokter rumah sakit sebelumnya telah melakukan penanganan dengan benar dan menjelaskan kepada pasien kenapa pihak BPJS Kesehatan tidak dapat menanggung biaya persalinannya.

“Marida yang tengah hamil sebelumnya dirawat di salah satu puskesmas Balige, berdasarkan hasil USG oleh dokter Irwan, salah satu dokter spesialis menyatakan bayi itu sudah tak ada (meninggal) di dalam kandungan”, jelas Choky. Mendapat hasil diagnosa dokter itu, kemudian suaminya Nasib Mungkur segera bergegas membawa Marida ke Siantar dan tiba pada Senin (28/03/2016) sektar pukul 23.00 WIB di RSVI Siantar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Saat di tanya mengenai alasan kenapa BPJS tidak dapat menanggung biaya perawatan Marida, Chocky menjelaskan apa yang di sampaikan oleh dokter Pieter selaku dokter yang menangani proses persalinan tersebut, “Pasien mendesak untuk operasi, sementara kalau menurut dokter proses untuk mengeluarkan janin masih bisa di lakukan dengan proses persalinan normal akan tetapi karena desakan sang suami, dokter menyatakan bahwa jika tindakan ini dilakukan maka biaya tidak akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan”, ungkapnya.

Kemudian pihak keluarga  menanyakan langsung pada BPJS Kesehatan berdasarkan informasi yang di sampaikan oleh dokter Pieter dan mendapatkan jawaban dari BPJS Kesehatan yang membenarkan bahwa apa yang di sampaikan dokter spesialis tersebut benar adanya dan juga sudah sesuai dengan prosedur. Akhirnya karena khawatir akan kondisi istrinya, sang suami (Nasib) terpaksa memasukkan istrinya menjadi pasien umum.

Setelah mendengar keterangan dari Chocky Pardede akhirnya tim beritapekerja.com pun mendatangi kantor BPJS Kesehatan untuk meminta keterangan lebih lanjut perihal kejadian yang menimpa Marida Siagian terkait biaya persalinan yang tidak di tanggung oleh BPJS Kesehatan dan juga meminta penjelasan bagaimana sebenarnya prosedur jaminan pelayanan yang dapat di tanggung maupun yang tidak di tanggung oleh BPJS Kesehatan.

Dokter Chandra selaku Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan (MPKR) menyatakan bahwa memang kenapa pasien di rujuk ke Rumah Sakit Vita Insani pihak BPJS Kesehatan belum mendapatkan informasi, namun yang kita ketahui bahwa janin yang ada di dalam kandungan pasien memang sudah meninggal sewaktu di bawa ke RSVI. “Pihak BPJS Kesehatan, kalau permintaan operasi atas permintaan sendiri bukan berdasarkan instruksi dokter, BPJS tidak menjamin dan memang seperti itu, tapi kalau memang dokter menyarankan harus di operasi maka akan di tanggung oleh BPJS Kesehatan.” tandas Kepala Unit MPKR.

Sumber : BeritaPekerja.com

Minggu, 27 Maret 2016

Ucapan Ulang Tahun Paling Romantis Dari Seorang Pemuda Siantar

SiantarOnline24Jam - Ini adalah kisah nyata dari sepasang kekasih yang tinggal di dua kota berbeda, Adit Nainggolan (27) seorang pemuda yang biasa di sapa "Adit" oleh teman-temannya ini tinggal di Kota Siantar sementara sang kekasih yang bernama Sanni Maria Sihombing (22) atau lebih dikenal dengan panggilan Sanni tinggal di kota Medan.

Kedekatan mereka berawal pada 28 Desember 2010 semenjak Adit masih duduk di bangku kuliah tepatnya di STT Harapan Medan, sedangkan Sanni baru lulus SMA dan sudah bekerja di salah satu perusahaan di kota Medan. Banyak tantangan yang di hadapin oleh Adit dalam menjalani hubungan mereka, bahkan dia harus berusaha keras untuk meyakinkan hubungan mereka kepada orang tua Sanni bahwa Adit benar-benar serius menjalani hubungan dengan Sanni.

Bahkan pada suatu hari Adit bermaksud untuk datang berkunjung menemui Sanni, namun sesampainya di rumah sang kekasih, Adit malah di usir dari rumah oleh orangtua Sanni dan melarangnya supaya menjahui Sanni, namun kejadian itu tidak menyurutkan niat tulus Adit. Adit tak pernah menyerah dan terus saja datang hingga membuat hati orang tuanya luluh, dan sampai akhirnya orang tua Sanni pun menyetujui dan merestui hubungan mereka.

Setahun kemudian Adit pun menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah, sampai akhirnya Adit pun mendapatkan pekerjaan yang membuat Adit harus berpisah sementara dengan Sanni karena Adit harus berangkat ke luar kota, sedangkan Sanni melanjutkan kuliah di STMIK Budidarma Medan.

Lima tahun sudah mereka menjalani hubungan dengan status berpacaran, hubungan yang dijalani selama ini memang manis, namun tak jarang mereka bertengkar karena timbulnya rasa saling tidak percaya dikarenakan hubungan jarak jauh di antara mereka.

Adit begitu tulus mencintai kekasih nya itu. "baginya tidak ada seorang wanita manapun yang sanggup membuat dia tersenyum setiap hari menjalani kehidupan ini". Namun Sanni tidak pernah mengetahui hal itu karena beranggapan bahwa adit sudah tidak memikirkan dirinya lagi, bahkan Adit pun harus di hadapkan dengan tantangan yang lebih berat.

Suatu hari Adit pernah di jodohkan oleh orangtuanya dengan paribannya namun Adit dengan tegas menolak perjodohan itu, karena lebih memilih mempertahankan kekasihnya dengan harapan kelak Sanni yang akan mendampingi kehidupannya, sampai-sampai Adit sering sekali harus bertengkar dengan orang tuanya sendiri yang tetap bersihkeras untuk melaksanakan perjodohan itu. Sampai akhirnya Adit pun jadi sering pulang hingga larut malam karena tidak betah di rumah.

Dalam kesendirian tiba-tiba Adit tersentak!, teringat kenangan indah di masa lalu Adit pun tersadar bahwa kalender di bulan ini menunjukkan bulan dimana Sanni berulang tahun, lalu kemudian timbul pemikiran dalam benaknya untuk memberikan sesuatu yang sepesial kepada Sanni sebagai permintaan maaf karena tidak bisa datang ke rumah Sanni untuk memberikan kado dan ucapan selamat ulang tahun tepat di hari ulang tahunnya.



Waktu itu Senin (07/03/2016) sekitar jam 7 malam Adit menghubungi seorang temannya yang bekerja di salah satu Perusahaan Multimedia, dan bermaksud meminta bantuan untuk mengkonsep bagaimana kira-kira kejutan yang akan berikan buat kekasihnya itu tepat di hari ulang tahunnya. Kemudian Adit pun bertemu dengan temannya di sebuah Cafe, lalu mereka mulai membahas tentang konsep apa yang akan di buat, beberapa jam setelah mereka berdiskusi mengenai konsep akhirnya Adit dan temannya pun sepakat untuk membuat sebuah video kreatif yang nantinya akan dibagikan ke Sanni tepat di hari ulang tahunnya.

Kemudian proses pengerjaan pun di mulai, Adit dan temannya pun kemudian mengumpulkan video-video ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman Adit, dan tibalah pada suatu malam tepatnya Senin (14/03/2016) Adit pun kembali bertemu dengan temannya itu, lalu mereka pun kembali membuat sebuah video di mana dalam video tersebut Adit akan berakting menyalakan lilin hingga api yang menyala pada lilin-lilin tersebut membentuk sebuah kata berbentuk lambang hati dan ditambah dengan sebuah tulisan yang menunjukan nama SANNI, bila di gabungkan kata-kata itu akan membentuk tulisan "LOVE SANNI" dan dapat di artikan bahwa kasih sayang dan cinta Adit hanya untuk SANNI.

Akhirnya setelah 7 hari proses pengerjaan mulai dari proses pengambilan gambar hingga berujung di proses editing, tepatnya pada hari Rabu (16/03/2016) Adit pun menggunggah Video tersebut ke Youtube yang diberi judul "Happy Birthday to SANNI-Wish You All The Best", dan membagikannya lewat Facebook dengan menandai nama Akun Sanni di situs jejaring sosial tersebut.

Buat kalian yang sudah mulai penasaran bagaimana cara Adit mengungkapkan isi hatinya lewat video tersebut, langsung saja lihat video di bawah ini:


Penulis : Hanz

Sumber : BeritaPekerja.com

Rabu, 23 Maret 2016

Tensi Pedagang Meningkat! Dirut PD Pasar Horas Tak Kunjung Hadir Dalam Audiensi

Siantar - Terkait surat permohonan aliansi pedagang pasar tradisional yang di layangkan pada (19/03) dengan Nomor. 001/AP2T-PD.PHJ. PS.Tkr/PH.U/III/2016 kepada Dirut PD Pasar Horas Jaya (PHJ) Setia Siagian yang berisikan tentang permintaan para pedagang untuk menggelar audiensi membahas kenaikan tarif retribusi sebesar 150 persen.

Selasa (22/03) pagi, para pedagang yang sudah berkumpul di gedung 2 lantai III pasar horas menunggu kehadiran Setia Siagian selaku Dirut Pasar Horas Jaya menimbulkan ketegangan dikarenakan Setia Siagian tidak dapat hadir dalam pertemuan tersebut.

Pedagang yang mulai gerah dengan sikap Dirut yang tak kunjung hadir dalam audiensi, membuat tensi para pedagang semakin meningkat. Ketua aliansi pedagang pasar tradisional Agus Berlin Butar-Butar, menerangkan bahwa pedagang yang tergabung dalam naungan wilayah perusahaan daerah pasar horas jaya dan dwikora pematangsiantar menolak tegas kenaikan retribusi sebesar 150 persen karena dirasa kurang tepat, "Jelas kami menolak tegas kenaikan retribusi tersebut!", tegas Agus.

Kemudian pedagang mendatangi kantor PHJ untuk menjumpai Dirut namun mereka di hadang oleh pegawai PHJ yang bediri di depan pintu gerbang, melalui Kasubag Humas Dodi Sijabat mengatakan "Dirut lagi tidak ada di dalam kantor, Dirut lagi ada urusan ke luar", kata Dodi.

Pernyataan tersebut tidak membuat para pedagang percaya begitu saja, pedagang tetap bersikeras untuk dapat bertemu dengan Dirut "Dimana setia siagian, masih jam kerja kok tidak masuk kantor, dimana tanggung jawabmu sebagai pemimpin," teriak para pedagang.

Selang berapa menit kemudian salah seorang pedagang masih saja menyeruhkan suaranya "Turunkan setia siagian! tidak mampu dia, turunkan dia!." tutur para pedang pasar horas dan dwikora.

Dodi Sijabat mengutarakan bahwa "Kalau audiensi itu adalah perbincangan atau pendiskusian harus di lakukan oleh 4 atau 3 orang, namun kalau kalian sudah menyerang dengan membawa massa itu namanya menyerang dan ingin melakukan keributan." tutur Dodi selaku Kasubag Humas Pasar Horas Jaya itu.


Mendengar di tuding menyerang dan ingin melakukan keributan, pedagang tidak terima dan marah karena di tuduh seperti itu, pada dasarnya mereka tidak ada niat untuk mencari keributan atau semacam menyerang. Pedagang hanya ingin mendegar langsung dari Dirut bahwa tidak adanya realisasi tentang kenaikan retribusi yang di lakukan oleh PHJ. Agus kembali menegaskan. "Kami masih memikirkan langkah-langkah lain demi memperjuangkan masyarakat pedagang secara seluas-luasnya" tuturnya.

Agustina Tampubolon (54) selaku Direktur Keuangan pasar horas jaya, memberikan klarifikasi mengenai ketidakhadiran Dirut pada saat audiensi berlangsung. Dia meminta agar pedagang bersabar untuk menunggu surat balasan dari PD PHJ, karena harus menyesuaikan dengan jadwal Dirut yang sekarang ini sedang ada kegiatan di luar.

Berikut pernyataan klarifikasi Agustina Tampubolon :

Sumber : BeritaPekerja.com

Upah Minimum Kota (UMK) Pematangsiantar Dan Potret Vulgar Pelanggaran Hukum

Ilustrasi Gambar Buruh PekerjaPotret Vulgar Pelanggaran Hukum
Oleh : Agus R Butarbutar (Sekretaris SPSI Siantar)
Beberapa waktu yang lalu saya membaca di beberapa Media Online bahwa di Siantar 80 persen pengusaha tidak membayar upah sesuai UMK. menurut  Dinsosnaker kota Pematangsiantar bahwa jumlah perusahaan di Siantar sebanyak 316 perusahaan  yang artinya mayoritas pengusaha tidak membayar upah sesuai UMK yang telah di tetapkan pemerintah kota.

Hal ini ini sebuah fakta ironi pekerja/buruh di kota Pematangsiantar  dimana sebuah  tontonan vulgar pelanggaran pidana di hadapan kita semua ,tanpa adanya tindakan maupun  fungsi kepengawasan Dinsosnaker Pematangsiantar dalam membela kaum buruh/pekerja yang notabene lemah di banding pengusaha .

Sebagaimana amanah yang tertuang  konstitusi  UUD1945, telah menjamin hak dasar warga Negara dalam hal penghidupan yang layak sesuai dengan derajat kemanusiaan. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 27 ayat (2), yang menyebutkan secara jelas bahwa, "tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan".

Hal ini juga sejalan dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Deklarasi Umum Hak-Hak Asasi Manusia, khususnya Pasal 23 ayat (1) yang mengatakan” bahwa setiap orang yang bekerja berhak atas pengupahan yang adil dan menguntungkan, yang memberikan jaminan kehidupan yang bermartabat baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya,”, ditambah dengan perlindungan sosial lainnya.

Ketidakberdayaan Pemko Siantar/Dinsosnaker

Implementasi dalam  pelaksanaan pemenuhan hak atas upah (UMK) yang layak, tidak berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. Hak atas penghidupan yang layak, termasuk didalamnya menyangkut sistem pengupahan yang adil, masih sulit terpenuhi akibat ketidakberdayaan Pemko Pematangsiantar dalam hal ini Dinsosnaker di hadapan para pengusaha ( para pemilik modal).

Sistem pengupahan kita tidak hanya menyangkut praktek politik upah murah . Namun persoalan pengupahan juga terjadi dalam hal pelanggaran akan kewajiban pengusaha dalam memberikan imbalan/upah  bagi para buruh (pekerja)  sesuai dengan standar upah minimum yang telah ditentukan.

Sepatutnya bertindak sebagai pihak yang harus memastikan hak atas upah yang adil dan layak sesuai yang ditetapkannya tersebut, namun  justru tunduk dan diam terhadap praktek dalam pemenuhan hak upah yang  layak bagi buruh/pekerja, dan terkesan  pembiaran terhadap pengusaha-pengusaha  yang tidak memenuhi kewajiban membayar upah sesuai dengan standar upah minimum yang telah diperintahkan undang-undang tanpa adanya tindakan yang semestinya.

Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Kasus pengusaha yang tidak membayar upah buruh/pekerja  sesuai dengan  upah minimum ini, tidak boleh dipandang sepele. Ini jelas merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan yang sedang dipertontonkan secara vulgar dihadapan kita. Dinsosnaker Pematangsiantar telah lalai melaksanakan peraturan yang dibuatnya sendiri, sebab diam dan bisu disaat pengusaha secara nyata mengabaikan kewajiban yang telah diperintahkan oleh Undang-undang.

Sumber : BeritaPekerja.com

Minggu, 06 Maret 2016

Perhimpunan Paguyuban Tukang Konstruksi Indonesia (PPTKI) hadir di Sumut

Horas,,,,Perhimpunan Paguyuban Tukang Konstruksi  Indonesia (PPTKI) hadir di Sumut

Siantar - Telah terbentuk Perhimpunan Paguyuban Tukang Konstruksi Indonesia – PPTKI   di Sumut, yang merupakan wadah para Tukang ,  Pembantu Tukang,  Mandor,  Pengawas, Pekerja Konstruksi, dan Pemerhati ( Stakeholder) dibidang konstruksi yang peduli dan berkeinginan meningkatkan kompetensi demi kemajuan dan kesejahteraan para Tukang Konstruksi. Diharapkan para tukang konstruksi di Sumut mampu menghadapi dan  bersaing dalam menjalani  MEA  lebih lagi  setelah di bukanya  kran globalisasi serta AFTA yang memungkinkan Tenaga Kerja Asing di bidang Konstruksi masuk ke Indonesia.

Penyerahan Surat Keputusan No. 08/KPTS/PPTKI/2016  DPW Perkumpulan Paguyupan Tukang Konstruksi Indonesia- PPTKI  Sumut bertempat di  Sapadia Hotel jalan diponegora Kota Pematangsiantar  pada hari Jumat  4 Maret 2016 oleh  Asmin Santiaji mewakili  Dr.Samsul Bakeri, M.Si  Selaku Ketua Umum PPTKI  yang juga sebagai  Kepala Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah III Kementerian PU – PR Pusat kepada Suhardi Pinem, A.Md  sebagai  Ketua  Dewan pimpinan Wilayah DPW PPTKI Sumut.


Penyerahan SK pengurusan No 08/KPTS/PPTKI/2016 DPW Perkumpulan paguyupan tukang konstruksi Indonesia ( PPTKI )

Progam kerja PPTKI  adalah menjadi mitra Pemerintah ( PU Provinsi Sumut, PU Kabupaten/Kota)  LPJK Sumut  dan pihak swasta dalam penyelenggaraan  program pelatihan UJI KOMPETENSI PEKERJA KONSTRUKSI  agar para tukang konstruksi mendapatkan Sertifikat Keterampilan Kerja( SKT) dari  Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK ) Sumut untuk dapat dipergunakan sebagai syarat bekerja pada proyek  konstruksi berskala besar di Dalam Negeri maupun Luar Negeri.

Sumber: BeritaPekerja.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More